Memahami Biaya Impor & Proses Pengiriman China ke Indonesia

Kegiatan impor dan ekspor memiliki beberapa tahapan dan memerlukan pemahaman yang baik, seperti biaya impor dan proses pengiriman dari China ke Indonesia. Artikel ini akan memberikan panduan rinci tentang biaya impor dan langkah-langkah pengiriman dari China ke Indonesia.

Biaya Impor dan Proses Pengiriman dari China ke Indonesia

Dalam era globalisasi saat ini, bisnis impor semakin menjadi pilihan utama. Kegiatan impor barang dari luar negeri semakin berkembang pesat berkat kemudahan akses teknologi, informasi, dan transportasi yang memungkinkan pengiriman barang dengan lebih cepat seiring berjalannya waktu. Salah satu destinasi kegiatan impor yang sangat diminati adalah Cina atau Tiongkok.

Seperti yang kita ketahui, China memiliki kemampuan untuk memproduksi barang dengan biaya yang relatif rendah, tetapi tetap menjaga kualitas yang dapat diandalkan. Barang-barang yang diproduksi di China sering kali dijual dengan harga yang terjangkau, memungkinkan para pebisnis untuk meraih keuntungan saat menjualnya kembali.

Yang perlu menjadi perhatian adalah impor barang dari China ke Indonesia menjadi sebuah tantangan yang menarik tetapi juga kompleks di saat yang bersamaan. Dari biaya impor hingga proses pengiriman, setiap langkah memerlukan pemahaman yang mendalam untuk memastikan barang sampai ke tujuan dengan lancar dan efisien.

Biaya-biaya yang Terlibat pada Kegiatan Impor

Bisnis impor memang menghadirkan peluang bisnis yang luas, tetapi tetap ada tantangan yang melibatkan pemahaman mendalam terhadap hal-hal tertentu. Misalnya saja yang berkaitan tentang biaya-biaya yang terlibat. Adapun jejak biaya yang mungkin timbul selama perjalanan atau pengiriman barang dari satu negara ke negara lain adalah sebagai berikut.

  1. Bea Masuk, yaitu tarif yang dikenakan atas barang impor.
  2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai), yaitu pajak konsumsi yang dikenakan pada barang-barang tertentu.
  3. PPH (Pajak Penghasilan), yaitu pajak yang dikenakan pada keuntungan yang dihasilkan dari kegiatan impor.
  4. Biaya Logistik, yaitu biaya pengiriman, penanganan, dan pengiriman barang.
Baca Juga :  Cara Membayar Pajak Impor Kiriman via Kantor Pos

Besaran Pajak Impor dari China ke Indonesia

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK.010/2019 dan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), pembelian barang dengan nilai di atas 3 USD akan dikenakan bea masuk dan pajak impor. Tarif yang berlaku adalah sebesar 17,5%, yang terdiri dari bea masuk sebesar 7,5%, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%, dan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0%.

Namun, produk-produk tertentu seperti sepatu, tas, dan tekstil memiliki tarif impor yang berbeda. Tarif bea masuk untuk tas berkisar antara 15-20%, sementara untuk sepatu sebesar 25-30%, dan untuk produk tekstil sebesar 15-20%. Adapun tarif PPN yang berlaku adalah sebesar 11%, dan tarif PPh berkisar antara 7,5-10%.

Dalam hal PPN, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengeluarkan regulasi terbaru melalui e-Faktur 3.2. Dengan adanya perubahan ini, pelaporan SPT Masa PPN oleh wajib pajak tidak lagi memerlukan file CSV. Bagi yang telah menggunakan layanan OnlinePajak untuk melaporkan PPN secara online, Anda masih dapat melanjutkan proses tersebut dengan menggunakan metode baru, yaitu e-Filing PPN di OnlinePajak.

Proses Pengiriman Barang dari China ke Indonesia

Jika hendak melibatkan diri dalam bisnis impor China ke Indonesia, terdapat beberapa langkah kunci yang perlu diperhatikan untuk memastikan proses yang lancar dan sesuai peraturan. Adapun proses impor barang dari China ke Indonesia yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Pilih pemasok di China yang dapat diandalkan.
  2. Identifikasi produk yang akan diimpor agar dapat memenuhi permintaan pasar.
  3. Periksa persyaratan perizinan impor yang berlaku di Indonesia.
  4. Pastikan produk sesuai dengan standar keamanan dan kualitas Indonesia.
  5. Persiapkan dokumen impor yang diperlukan, seperti faktur komersial, packing list, dan surat keterangan asal.
  6. Hitung biaya impor dengan memperhitungkan bea masuk dan pajak impor. Jangan lupa untuk memperhatikan biaya tambahan lain, seperti PPN dan PPH.
  7. Dalam proses pengiriman, pilih penyedia layanan logistik yang andal.
  8. Tentukan metode pengirimannya sesuai dengan kebutuhan, baik melalui udara, laut, atau darat.
  9. Gunakan layanan pelacakan pengiriman untuk memantau status barang Anda yang dikirim agar dapat mengantisipasi dan mengatasi potensi masalah logistik.
Baca Juga :  Syarat dan Alur Proses BPOM Barang Impor

Sebagai catatan tambahan, dalam konteks pembelian paket secara online dari toko China, Anda akan melakukan pembayaran melalui transfer bank. Penjual dari luar negeri akan mempersiapkan pesanan dan mengirimkannya dengan menggunakan ekspedisi “Free Shipping”. Jada ekspedisi akan mengantarkan pesanan dari China menuju Indonesia.

Setelah tiba di Indonesia, paket akan diperiksa oleh Ditjen Bea Cukai. Proses setelahnya melibatkan pick-up oleh kurir lokal di Jakarta, pengangkutan dari Jakarta ke alamat tujuan penerima paket, dan akhirnya paket sampai di tangan Anda dengan selamat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
× Konsultasi GRATIS Sekarang