Import Barang dari China Full Kontainer

Bagi pelaku bisnis, apakah impor barang dari China satu kontainer dibolehkan? Jika Anda masih bingung bagaimana prosedur dan perizinannya, maka Anda harus menyimak artikel ini. Jangan sampai Anda salah memahami prosedurnya dan gagal melakukan proses impor.

Ini Prosedur Impor Barang dari China Satu Kontainer

Proses impor barang dari China ke Indonesia memang ada peraturannya, namun bagaimana dengan barang dalam jumlah besar? Maka ada prosedur atau ketentuan yang harus Anda patuhi, apa sajakah itu?

1.     Lakukan Kesepakatan Dengan Supplier dari China

Langkah pertama tentu berkaitan dengan kesepakatan dengan supplier dari China yang akan Anda beli produknya. Setelah mencapai kesepakatan untuk impor dalam jumlah besar, yaitu satu kontainer, maka harus ada kesepakatan yang jelas dengan pihak supplier.

Kesepakatan tersebut berupa kesepakatan harga, importir bersedia untuk membuka L/C di bank devisa dengan melampirkan PO mengenai barang yang akan diimpor. Kemudian Bank Luar Negeri akan menghubungi supplier untuk membuat perjanjian.

Perjanjian tersebut harus sesuai dengan L/C yang sudah disepakati bersama, dengan begitu maka akan terbentuk hubungan kemitraan dengan supplier. Sebelum sampai pada proses ini, tentunya Anda harus melalui proses negosiasi terlebih dahulu dengan pihak supplier.

2.     Pengiriman Barang Oleh Supplier

Maka setelah itu, barang yang jumlahnya satu kontainer tersebut akan dikirimkan oleh supplier dari China ke pelabuhan pemuatan. Disini akan terdapat proses pengecekan barang sebelum dimuat, sehingga Anda harus mencapai kesepakatan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Apa Bedanya Proforma Invoice dan Commercial Invoice

Pastikan juga kalau supplier yang bekerja sama dengan Anda sudah mengetahui prosedur impor dan pengiriman barang ke pelabuhan pemuatan. Hal ini akan memudahkan Anda maupun supplier dalam pengurusan izin dan persyaratan dalam proses pemuatan barang.

3.     Pemberian Dokumen Dari Supplier

Setelah barang dikirim ke pelabuhan pemuatan, maka supplier akan mengirimkan faks ke importir berupa dokumen B/L, invoice, packing list, dan dokumen lain yang menjadi persyaratan dari Indonesia maupun China.

Dokumen asli tersebut berjumlah dua, yang satu akan diberikan kepada Bank di Indonesia dan satunya akan dipegang oleh pihak importir. Bagi pihak importir, dokumen tersebut sangat penting karena menjadi bukti penting dalam proses impor tersebut.

4.     Mengajukan Dokumen Pengajuan Impor Barang (PIB)

Proses selanjutnya adalah mengisi dokumen untuk Pengajuan Impor Barang (PIB) sesuai dengan ketentuan di Indonesia. Proses ini biasanya cukup rumit, apalagi jika barang yang dikirim berjumlah satu kontainer, maka ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus Anda lengkapi.

Melalui PIB inilah nantinya akan diketahui biaya keseluruhan dalam proses impor barang satu kontainer tersebut. Termasuk biaya bea masuk yang harus dibayarkan, PPH, dan jenis pajak lainnya yang harus Anda bayarkan sebagai pihak importir.

Perlu diketahui jika peraturan mengenai biaya ini juga berdasarkan jenis barang dan jumlahnya. Maka sebelum mengimpor satu kontainer ini, Anda harus mempertimbangkan biaya-biaya pengiriman selama proses impor tersebut.

5.     Pembayaran Biaya ke Bank Devisa

Setelah mengetahui jumlah pajak dan biaya lain yang harus dibayarkan, maka Anda harus membayar semuanya ke Bank Devisa ditambah dengan biaya PNBP. Setelah itu bank akan mengirimkan data konfirmasi ke pihak bea cukai.

Data ini akan dikirimkan melalui Sistem Komputer Pelayanan (SKP) Bea dan Cukai di Indonesia melalui Pertukaran Data Elektronik. Tujuannya untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data tersebut, karena merupakan data yang penting.

Baca Juga :  Begini Cara Mudah Import Barang Langsung dari Alibaba

6.     Mengurus Data PIB

Selanjutnya, Anda harus mengirimkan data Pemberitahuan Impor Barang (PIB) pada Sistem Komputer Pelayanan (SKP) Bea dan Cukai. Proses ini juga masih menggunakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) untuk menjaga keamanan data PIB tersebut.

Setelah itu, maka akan ada proses validasi data melalui beberapa tahapan yang memerlukan waktu tertentu. Apalagi untuk barang yang jumlahnya mencapai satu kontainer, tentu ada proses validasi tertentu untuk mendapatkan izin.

Kesimpulan

Kini Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin impor barang dari China satu kontainer. Dengan mengikuti prosedur impor yang disebutkan di atas, maka akan mendapatkan izin impor. Tapi jangan sampai menyalahi prosedur karena akibatnya akan fatal dan Anda akan rugi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
× Konsultasi GRATIS Sekarang